PEMBENTUKAN GAMETOGENESISI PADA MANUSIA





Gametogenesis Pada ManusiaPEMBENTUKAN  GAMETOGENESISI PADA MANUSIA

1)      Spermatogenesis

Sel bahan pembentuk sperma yang disebut sel primordium tumbuh dari berkembang menjadi Sel spermatomgenium yang bersifat diploid selanjutnya mengalami pembelahan secara mitosis menghasilkan sel spermatosit primer yang bersifat diploid. Spermatosit primer mengalami pembelahan miosis pertama menghasilkan dua spermatosit  sekunder yang bersifat aploid. Masing-masing spermatosit sekunder mengalami pembelahan miosis kedua menghasilkan empat sel spermatik yang haploidyang selanjutnya mengalami pematangan membentuk sel spermatozon yang fungsional.
2) Oogenesis
Sel bahan pembentuk ovumyang di sebut sel
Primordium  tumbuh dan berkembanga menjadi Oogonium yang bersipat diploid. Oogonium mengalami pembelahan secara mitosis menghasilkan Oosid primer yang jaga bersifat diploid Oosid primer jaga mengalami pembelahan miosis pertama menghasilkan Oosid sekunder yang habloid dan badan pola pertama yang haploid Oosid sekunder membelah secara miosis kedua menghasilkan Ootid secara miosis ke dua badan pola pola pertama membelah secara miosis kedua menghasilkan dua badan polar ke dua ketiga badan polar ke dua mengalami degenerasi akhirnya lenyap atau mati selanjutnya tinggallah satu sel Ootid yang bertumbuh dan berkembang menjadi satu sel Ovum yang  fungsional.

By: Pak A.R Guru Sma N 2 Siborongborong





D) Reaksi-reaksi yang terjadi pada Radioisotop
                        Reaksi Fisi dan Fusi
            Reaksi inti, seperti halnya reaksi elektronik, melibatkan perubahan energi. Akan tetapi, perubahan energi dalam reaksi inti bersifat sertamerta dan berantai sehingga perlu pengetahuan dan teknologi tinggi untuk mengembangkan reaktornya. Ada 3 jenis reaktor nuklir, yaitu reaktor untuk reaksi fusi, reaktor fisi, dan reaktor pembiak
1) Reaktor Fisi
            Reaksi fisi adalah reaksi pembelahan nuklida radioaktif  menjadi nuklida-nuklida dengan nomor atom mendekati stabil. Pembelahan nuklida ini disertai pelepasan sejumlah energi dan sejumlah neutron. Reaksi fisi inti uranium – 235 dioperasikan dalam reaktor tenaga nuklir untuk pembangkit tenaga listrik.
            Jika inti  235U dibombardir dengan neutron, akan dihasilkan inti – inti atom yang lebih ringan, disertai pelepas energi, juga pelepas neutron sebanyak 2 hingga 3 buah. Jika neutron dari setiap reaksi fisi bereaksi lagi dengan inti  235U yang lain, inti – inti ini akan terurai dan melepas lebih banyak neutron. Oleh karena itu, terjadi reaksi yang disebut reaksi berantai (chain reaction).
            Reaksi berantai adalah sederetan reaksi fisi yang berlangsung spontan dan serta merta, disebabkan oleh neutron yang dilepaskan dari reaksi fisi sebelumnya bereaksi lagi dengan inti – inti yang lain. Oleh karena 1 reaksi fisi dapat menghasilkan 3 neutron, jumlah inti yang melakukan fisi berlipat secara cepat, Reaksi berantai dari fisi inti merupakan dasar dari reaktor nuklir dan senjata nuklir.
            Agar dapat memanfaatkan reaksi berantai dari suatu sample radio aktif yang berpotensi fisi maka reaksi fisi harus di kendalikan dengan cara mengendalikan neutron yang dilepaskan dari reaksi itu. Dengan demikian, hanya satu neutron yang dapat melangsungkan reaksi fisi berikut.
            Berdasarkan hasil pengamatan,  jika sampel radio aktif terlalu sedikit, neutron – neutron yang di hasilkan dari reaksi fisi meninggalkan sampel radio aktif  sebelum neutron – neutron itu memiliki  kesempatan untuk bereaksi dengan inti – inti radio aktif yang lain. Dengan kata lain, terdapat masa kritis untuk bahan tertentu yang berpotensi fisi, yang dapat melangsungkan reaksi berantai. Masa kritis adalah masa terkecil dari suatu sampel yang dapat melakukan reaksi berantai.
            Jika massa terlalu besar ( super kritis ), jumlah inti yang pecah berlipat secara cepat sehingga dapat menimbulkan ledakan dan petaka bagi manusia, seperi pada bom atom. Bom atom merupakan kumpulan massa subkriti yang dapat melakukan reaksi berantai. Ketika di jatuhkan massa subkritis menyatu membentuk massa super kritis sehingga terjadi ledakan yang sangat dahsyat.
            Reaktor fisi nuklir adalah suatu tempat untuk melangsungkan reaksi berantai dari reaksi fisi yang terkenadali. Energi yang di hasilkan dari reaktor ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi nuklir.
            Reaktor nuklir terdiri atas pipa – pipa berisi bahan bakar radio aktif dan batang pengendali neutron yang disisipkan ke dalam pipa bahan bakar nuklir tersebut.
            Pipa bahan bakar berbentuk silinder mengandung bahan yang berpotensi fisi. Dalam reaktor air ringan (1H2O), pipa bahan bakar berisi uranium yang berpotensi melangsungkan reaksi fisi.
            Uranium yang digunakan sebagai bahan bakar dalam reaktor nuklir mengandung isotop 235U sekitar 3%. Batang pengendali neutron dibuat dari bahan yang dapat menyerap neutron, seperti boron dan kadmium sehingga dapat mengendalikan reaksi berantai.
            Pengendalian neutron dilakukan dengan cara menaikkan atau menurunkan batang pengendalian yang di sisipkan dalam pipa bahan bakar. Dalam keadaan darurat, batang-menghentikan reaksi fisi.
            Selain barang pengendali, terdapat alat yang disebut moderator, moderator ini berguna untuk memperlambat gerakan neutron. Moderator dipasang jika bahan bakar uranium – 235 merupakan fraksi terbanyak dari totoal bahan bakar. Moderator yang dipake umumnya air berat (2H2O), air ringan (1H2O), atau gerafit.
            Bahan bakar nuklir, selain uranium – 235, juga uranium – 238 dapat dijadikan bahan bakar. Keunggulan dan kelemahan dari kedua bahan bakar tersebut, yaitu jika uranium – 238, bereaksi lebih cepat dengan neutron hasil reaksi fisi dibandingkan uranium – 235, tetapi uranium – 235 bereaksi lebih cepat dengan neutron yang telah diperlambat oleh moderator.
            Pada reaktor air ringan, 1H2O berperan sebagai moderator, sekaligus sebagai pendingin. Air dalam reakto dipertahankan sekitar 350oC pada tekanan 150 atm agar tidak terjadi pendidihan. Air panas ini disirkulasikan menuju penukar kalor, dimana kalor digunakan untuk menghasilkan uap, dan uap tersebut menuju turbin untuk pembangkit listrik.
            Setelah periode waktu tertentu, hasil reaksi fisi yang menyerap neutron berakumulasi dalam pipa bahan bakar. Hal ini menimbulkan interferensi dengan reaksi rantai sehingga pipa bahan bakar habis diganti secara berkala.
            Buangan sisah bahan bakar menjadi limbah nuklir. Limbah ini dapat diperoses ulang. Bahan bakar sisah tersebut dipisahkan secara kimia dari limbah radio aktif. Plutonium – 239 adalah salah satu jenis bahan bakar hasil pemisahan dari buangan limbah nuklir. Isotop ini diproduksi selama reaktor beroperasi, yaitu pemboman uranium – 238 oleh neutron.  Isotop plutonium – 239 juga berpotensi dan dipakai untuk membuat bom atom atau senjata nuklir.
            Ketersediaan isotop plutonium – 239  dalam jumlah besar akan meningkatkan kesempatan Negara – Negara maju untuk menyalagunakan plutonium dijadikan bom atom atau senjata nuklir pemusnah masal. Sisah bahan bakar nuklir sebaiknya tidak di daur ulang. Masalah utama bagi lembaga tenaga nuklir adalah bagaimana membuang sampah radio aktif yang aman.
2) Reaksi fusi
            Reaksi fusi adalah reaksi nuklida – nuklida ringan digabungkan menjadi nuklida dengan nomor atom lebih besar. Missalnya, inti deuterium(2H) dipercepat menuju target yang mengandung deuteron (2H) atau tritium (3H) membentuk nuklida helium.
Persamaannya:
21H + 21H            32He + 10n
21H + 31H           42He + 10n
            Untuk mendapatkan reaksi fusi inti, partikel pembom( proyektil ) harus memiliki energi kinetik yang memadai untuk malawan tolakan muatan listrik dari inti sasaran .
            Disamping pemercepat partikel, cara lain untuk memberi energi kinetik memadai kepada inti proyektil agar dapat bereaksi dengan inti sasaran dilakukan melalui pemanasan inti sasaran hingga suhu sangat tinggi. Suhu pamanasan inti sasaran sekitar 108C. pada suhu ini semua elektron dalam atom mengelupas membentuk plasma. Plasma adalah gas netral yang mengandung ion dan electron.
Masalah utama dalam mengembangkan reaksi fusi terkendali adalah bagai mana kalo plasma yang bersuhu sangat tinggi dapat dikendalikan. Kendalanya, jika plasma menyentuh bahan apa saja, kalor dengan cepat dihantarkan dan suhu plasma dengan cepat turun.
Reaktor inti fusi inti Tokamak menggunakan medan magnet berbentuk donat untuk mempertahankan suhu plasma dari setiap bahan.



Penulis : Jeri Nababan ~ Sebuah blog yang menyediakan berbagai macam informasi

Artikel PEMBENTUKAN GAMETOGENESISI PADA MANUSIA ini dipublish oleh Jeri Nababan pada hari Sabtu, 19 November 2011. Semoga artikel ini dapat bermanfaat.Terimakasih atas kunjungan Anda silahkan tinggalkan komentar.sudah ada 0 komentar: di postingan PEMBENTUKAN GAMETOGENESISI PADA MANUSIA
 
Reaksi: 

0 komentar:

Posting Komentar